TUAN RUMAH
Mengetikkan kesakitan
Toh takkan membuat anda datang ke pelukan
Menangisi anda berulang kali
Juga tak kunjung membawa anda kembali
Sebaik-baik nya menjaga
Jika yang dijaga berusaha pergi
Saya bisa apa?
Menunggu hingga semakin tua
Nyatanya t'lah nyaman disana
Jadi saya bisa apa?
Berulang kali menyemangati diri
Bermain Dengan diri sendiri
Menunggu tuan rumah
Yang mencari kebahagiaannya kembali
Hingga tuan rumah
Menemukan tempat singgah
Menghibur diri nya dari kebosanan yang menyelimuti
Lalu berniat menetap tak ingin pergi
Lalu sengaja kembali sejenak dengan pertanda selamat tinggal
Di akhir saya hanya bagian dalam mengemasi setiap kenangan lalu membuang nya sejauh mungkin
Tuan rumah berpindah hati
Lalu untuk apa saya menunggu sampai kini?
Miris
Berusaha untuk baik baik saja
Menekankan diri sendiri
Semuanya baik baik saja kan?
Nyatanya ada luka yang sedang tertawa lebar
Toh saya hanya tempat singgah
Yang setelah bosan
Ya selamat tinggal
Terimakasih
Setidaknya saya pernah menunggu
Saya pernah berharap dengan sungguh
Saya pernah tersenyum walau sebentar
Saya pernah mengeluh walau bagi anda kekanakan
Maaf saya masih menunggu disini
Padahal anda sudah lama beranjak pergi
Saya izin pamit
Berjanjilah..
Bahwa anda bahagia disana
- Grace Bintang Natasya Ompusunggu -
Komentar
Posting Komentar